Waspadai “Disfungsi Ereksi” Mengancam Kaum Muda

By staff • August 15th, 2008

Disfungsi Ereksi atau erectile dysfunction adalah disfungsi sexual (sexual dysfunction) yang ditandai dengan ketidak mampuan atau mempertahankan ereksi pada pria untuk mencapai kebutuhan seksual dirinya sendiri maupun pasangannya.

Pada umumnya kemampuan ereksi berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Yang dimaksud “kemampuan”disini, meliputi: lamanya waktu yang diperlukan untuk bisa ereksi, lebih banyaknya stimulasi (rangsangan) langsung untuk ereksi, kurang mantapnya (kurang keras) ereksi, kurang bisa mencapai puncak orgasme, sedikitnya jumlah ejakulasi, lebih lamanya waktu tenggat antar ereksi (waktu yang diperlukan dari ereksi pertama ke ereksi berikutnya lebih lama).

Secara garis besar, penyebab disfungsi ereksi terbagi dalam dua faktor, psikis dan organis. Psikis biasanya terkait dengan faktor kejenuhan, kejengkelan, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual, dan rasa takut gagal.

Sementara penyebab organis disfungsi ereksi (DE) umumnya dilatarbelakangi penyakit seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, penyempitan pembuluh darah, dan pascaoperasi prostat. Faktor usia juga bisa mempengaruhi dimana semakin tua usia semakin besar risiko disfungsi Ereksi (DE).

Hasil temuan mengungkapkan, disfungsi ereksi (DE) yang menjangkiti kaum muda (usia produktif) umumnya terkait faktor psikis, seperti gila kerja yang menyebabkan stres dan kegelisahan berlebihan. Sementara disfungsi ereksi (DE) pada mereka yang berusia lebih dari lima puluh tahun cenderung disebabkan faktor penyakit degeneratif.

Dari beberapa faktor penyebab di atas, berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan Erectile Dysfunction Advisory Council and Training (EDACT) Indonesia terungkap, pasien DE dengan tekanan darah tinggi menempati urutan pertama terbanyak (25 persen), diikuti pembesaran prostat (15 persen), diabetes (13 persen), penyakit sistem pembuluh darah (9 persen), dan terakhir masalah kejiwaan/psikis (9 persen).

Biasanya jika seseorang mengalami masalah dengan ‘disfungsi ereksi (erectile dysfunction)‘ maka dipastikan orang tersebut sudah berusia lanjut. Dr. Najah Senno Musacchio membuktikan hal yang sebaliknya dimana peneliti dari `Children’s Memorial Hospital` dan `Northwestern University’s Feinberg School of Medicine` Chicago ini mengingatkan bahwa ‘ED’ juga bisa mengancam kaum muda.

Studi yang dilakukan oleh Dr Najah Senno juga mencatat bahwa para pemuda di tingkat sekolah atas dan universitas sudah terbiasa menggunakan obat perkasa Viagra yang dicampur dengan alkohol ataupun obat terlarang lainya yang membuat penularan penyakit seks juga semakin mengkuatirkan.

Dr Senni melakukan penelitian atas 234 pemuda berusia 18 hingga 25 tahun yang melakukan sex secara aktif saat mereka berada di tahun ketiga di Chicago universities.

Hasil penelitian menyebut 13 persen pemuda itu mengaku sudah terbiasa menggunakan obat kuat penghilang ‘ED’ namun tidak pernah mendiskusikan tindakan mereka kepada dokter.

Disfungsi Ereksi (ED) atau impotensi merupakan sebuah kondisi dimana para pria sulit melakukan atau menjaga ereksi saat berhubungan sex.

Hasil studi Dr Senno ini dipaparkan dalam pertemuan `The Pediatric Academic Societies annual meeting` yang berlangsung di San Francisco, beberapa waktu lalu.
“Kami bertanya kepada para pemuda mengenai disfungsi ereksi dan penggunaan kondom,’ jelas Dr Senno.
‘25 persen dari mereka mengaku kehilangan ereksi saat menggunakan kondom.’
Penggunaan kondom yang semakin tinggi membuat tim peneliti mengkuatirkan terjadinya penyebaran penyakit sex.
6 persen dari responden mengatakan mereka menggunakan terapi untuk mengatasi ED, 57 persn mengatakan menggunakan obat-obatan, dan 29 persen menggunakan obat-obatan itu untuk meningkatkan kinerja sex.
Penelitian sebelumnya menyebut bawha sekitar 5 persen pria berusia diatas 40 tahun mengalami ED dan sekitar 25 persen pria diatas 65 tahun mengalami hal yang sama.
Sejumlah kondisi seperti penyakit diabetes, penyakit ginjal, jantung dan pengguna alkohol kronis merupakan penyebab utama dari ED.
Merokok juga disebut-sebut merupakan salah satu faktor terjadinya ED.
Beberapa tahun silam, perusahaan asal AS Pfizers meluncurkan obat perkasa Viagara yang laku keras sehingga obat semacam ini juga marak dengan sejumlah produk lain seperti Levitra ataupun Cialis.

Maka saya menghimbau kepada rekan-rekan remaja, agar tetap menjaga hubungan dengan baik, tidak melakukan seks bebas. Apalagi di usia yang masih muda, bukan keuntungan yang didapat malah kerugian dan sumber penyakit. Jangan tergoda pada iming-iming kenikmatan sesaat, masa depan jadi taruhan.

Hidup sehat dengan banyak berolahraga lebih menguntungkan, sehat jiwa sehat raga.

Semoga bermanfaat.

(berbagai sumber)

Comments are closed.

 

« Tentang Gizi Buruk dan Penanggulangannya | Home | Tips Mengatasi Masalah Bau Badan (BB) »

  • Pesan Sponsor

  • Recent Readers

    View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
  • Kategori

  • Google PageRank (img by geeree)
  • Add to Technorati Favorites
  • Powered by DiagnosticoWeb.com
  • Blog Directory & Search engine

Fast Analytic Top Health blogs server monitor KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia